Senin, 23 April 2012

Bahan Kelas 7 SMP


Kalau Ingin Mendownload Media Silahkan masukkan email anda Gratis 1000%
Semeseter 1
Standar Kompetensi               : Saddha
1.      Memahami komponen dan kriteria agama Buddha

Kompetensi Dasar
1.1. menjelaskan hakekat Tuhan Yang Maha Esa
1.2. menjelaskan kitap suci, tempat ibadah, dan lambang-lambang dalam agama buddha
1.3. mengidentifikasi kriteria agama buddha dan umat Buddha

Pembelajaran :
1.1. Menjelaskan hakekat Tuhan Yang Maha Esa Tuhan itu ada dua macam:
1.      Tuhan yang diciptakan dan digambarkan oleh pikiran manusia. Bisa diketahui secara berbeda-beda pada masing-masing orang sesuai dengan kapasitas intelektual pendidikan dan pengalaman masing-masing.
2.      Yang kedua Tuhan sebenarnya yang tak segelintir pun manusia sanggup menjelaskannya karena keterbatasan bahasa dan ilusi, angan-angan atau kesalahan pengamatan indera.
Ketika berbicara mengenai konsep ketuhanan sebagai umat Buddha memakai sebutan Adi Buddha untuk Tuhan. Ada banyak Buddha tetapi hanya ada satu kebenaran tertinggi, yaitu Hakekat Kebuddhaan yang juga disebut Dharmakaya (tubuh dhamma). Jelas Adi Buddha bukanlah mahkluk melainkan dharmakaya yang bersifat kekal, meliputi segalanya tidak terbatas oleh ruang dan waktu, dan ada dengan sendirinya.
Buddha adalah guru par dewa dan manusia. Beliau telah meralisasi kebenaran tertinggi sehingga menyelami apa itu tuhan dan Keutuhan dengan Sempurna. Sabda-Nya : “Ada yang tidak dilahirkn (ajjatta), Yang Tidak menjelma (Abhuta), yang tidak diciptakan (Akata), yang Mutlak (Asankhata : a-sang-Kha-ta).”
Tingkat pemahaman tentang tuhan bisa berbeda-beda pada setiap manusia yang penting adalah bagaimana manusia yang percaya dan memuja tuhan, Yang Maha Esa Mengembangkan sifat-sifatnya dalam diri masing-masing.
Salah satunya, kita mengembangkan sifat pengasih dan penyayang atau empat sifat luhur yang terdiri dari.
a)      Metta yaitu Cinta kasih tanpa pilih kasih.
b)      Karuna yaitu Welas asih ada makhluk yang menderita.
c)      Mudita yaitu turut bahagia saat orang lain bahagia.
d)     Upkeksa Yaitu Keseimbangan.
Ke empat hal ini merupakan empat sifat luhur, yang dinamakan brahmavihara [Brah-Ma-Wi-Haa-Ra]. Atau kediaman luhur. Kita harus mengamalkannya tidak cukup hanya mengatakan God Is Love, Tuhan adalah cinta.
Alam semesta ini dikuasai dan diatur oleh hokum alam itu sendiri, yang bisa dianggap sebagai “Hukum Tuhan”. Ada lima hukum alam yang disebut, Panca Niyama atau lima niyama. Kata Niyama berarti “Kepastian”, “pengendalian” atau “hukum alam”. Kelima hukum tersebut adalah :
1.      Utu niyama, yaitu hukum yang mengatur tatanan alam fisik anorganik, seperti pergantian musim, cuaca, angin, suhu, hujan. Kata utu berarti “Musim”, ”Perubahan Fisik atau Suhu”.
2.      Bija Niyama, yaitu hukum yang mengatur tataan Fiologi atau alam organic, seperti Hereditas, atau Genetika, Pertumbuhan sel, pembentuhan janin, pertumbuhan biji menjadi pohon dan menghasilkan buah. Kata Bija berarti “Benih”, atau “Asal mula”.
3.      Kama Niyama. Yaitu Hukum yang mengatur tatanan atau aksirekasi termasuk tanggung jawab Moral menyangkut perbuatan dan hasil dari perbuatan, Baik melalui pikiran, ucapan, atau tindakan. Kata kama Berarti “Karma”, atau  “Perbuatan”.
4.      Citta Niyama, yaitu hukum yang mengatur tatanan pikiran atau kesadaran, seperti cara kerja dan muncul atau lenyapnya pikiran, proses batin dan kesadaran, kekuatan batin, hal-hal lain yang sampai sekarang belum bisa dijelaskan oleh Sains. Kata Citta Berarti “Pikiran”, atau “Kesadaran”.
5.      Dhamma Niyama, yang mengatur sifat dasar fenomena seperti kodrat, naluri, gaya berat, grafitasi, kejadian alam khusus yang menandai terjadinya peristiwa besar menyangkut kehidupan buddha. Kata Dhamma berarti “Sifat Dasar”, “Fenomena”, “berada”, atau “mendukung Dirinya”.
1.2. menjelaskan kitap suci, tempat ibadah dan lambang-lambang dalam agama buddha
Materi pelajaran
a.            Kitap suci umat buddha dalam bahsa Pali disebut Tipitaka yang berarti Tiga Keranjang, tiga kumpulan utama Tripitaka adalah
1.        Vinaya Pitaka (Pali) yang berarti peraturan bagi Biksu atau tuntunan disiplin terbagi menjadi
a.       Parajika
b.      Pacittiya
c.       Mahavagga
d.      Culavagga
e.       Parivara
2.        Sutta Pitaka (Pali) yang berarti Kumpulan kotbah-kotbah dari Sang Buddha, baik kepada manusia dan dewa. terbagi menjadi
a.       Digha Nikaya
b.      Majjhima Nikaya
c.       Samnyutta Nikaya
d.      Angutara Nikaya
e.       Khuddhaka Nikaya.
3.        Abhidhamma Pitaka (Pali) Yang berarti ajaran yang lebih tinggi atau khusus. Yang terbagi atas 7 buku utama :
a.       Dhammasangani
b.      Vibhanga
c.       Dhatkatha
d.      Punggalapannatti
e.       Kathavattu
f.       Yamaka
g.      Patthana

1.3. Tempat Ibadah Umat Buddha
Tempat ibadah umat buddha berdasarkan kelengkapan sarananya ada 3, yaitu
1.      Cetiya
Cetiya adalah tempat ibadah umat buddha yang paling sederhana. Cetiya hanya memiliki bakti sala atau dharma sala. Bakti sala adalah ruang yang digunakan untuk melakukan puja bakti. Dharma sala adalah ruang yang lebih besar dan digunakan untuk melakukan puja bakti serta mendengarkan dhamadesana.

2. Vihara
Vihara memiliki sarana yang lebih lengkap dibanding cetiya karena terdapat kuti. Kuti adalah tempat tinggal para bhikkhu dan bhikkhuni.
3. Arama
Arama adalah tempat ibadah yang paling lengkap sarananya Merupakan padepokan tempat pertemuan sangha dilengkapi dengan tamannya.

1.4. Macam-Macam Lambang Buddhis.
Ada bermacam-macam lambang buddhis dengan maknannya masing-masing yang dijadikan tanda pengenal sekaligus mengungkapkan atau mencerminkan salah satu aspek dari agama buddha.
  1. Description: C:\Users\LilinKecil\Documents\images.jpgBendera buddhis
Setiap warna dari bendera buddhis memiliki arti masing-masing biru: bakti, kuning: kebijaksanaan, merah: cinta kasih, putih: kesucian, jingga: semangat, dan campuran merupakan gabungan dari kelima sifat.
  1. Description: C:\Users\LilinKecil\Documents\4010100527_3e09f69f79.jpgPohon bodhi
Nama pohon Bodhi sesungguhnya Adalah pohon Asattha atau Ficus Religiosa. Pohon ini kemudian disebut Pohon Bodhi karena dibawah pohon bodhoi inilah Pertapa gautama Menjadi Buddha.
  1. Description: C:\Users\LilinKecil\Documents\220px-Dharma_Wheel.svg.pngRoda Dharma
Roda Dharma Digambarkan Dengan Roda berjari-Jari yang melambangkan delapan jalan Utama Yaitu: Pandangan Benar, Pemikiran benar, perkataan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, pengupayaan benar, penyadaran benar, pemuasatan benar.


  1. Arca Buddha
Description: C:\Users\LilinKecil\Documents\gautama-buddha.jpgArca atau patung adalah Tiruan bentuk makhluk yang dibuat dari batu, logam, porselent, Kayu, Serat kaca, Plastik, dsb. Sebagai sara na Puja bakti Arca merupakan Simbol atau gambaran para buddha Atau Budha ruppang.

1.5. Mengidentifikasi Kriteria Agama Buddha dan Umat Buddha.
            Pokok-Pokok ajaran Agama Buddha Antara lain:
1.      4 Kebenaran Mulia (cattari arya Saccani)
2.      Hukum Tiga Ciri Kehidupan (Tilakkhana)
3.      Hukum Perbuatan (Kamma)
4.      Hukum Kelahiran berulang (Punabbhava)
5.      Hukum Musabab Yang  saling bergantungan (Paticasamupada).
Menjadi Umat buddha Sanghat Mudah Yaitu dengan Menyatakan Berlindung pada Triratna atau tiga permata yaitu : Buddha, Dhamma, Dan Sangha Atau dengan Mengucapkan Tisarana.
Analisis
Menjelaskan hakikat Tuhan yang maha esa.
            Materi Menjelaskan hakikat Tuhan yang maha esa Sesuai untuk siswa SMP kelas 1 tetapi Lebih baik jika Pembahasan materi hanya pengenalan tidak terlalu terperinci.  Serta Urutan Kompetensi dasar seharusnya dari yang kongkrit ke Abstrak.


Standar Kompetensi
Sejarah
2. Mengungkapkan sejarah pangeran sidharta pada masa remaja dan berumah tangga
Kompetensi Dasar
2.1. Menceritakan Peristiwa masa remaja dan berumah tangga Pangeran Sidhartta
2.2Menjelaskan empat peristiwa yang dilihat Pangeran Sidhartta

Pembelajaran
2.1. Menceritakan Peristiwa masa remaja dan berumah tangga Pangeran Sidhartta
Raja Sudhodana sangat Menyayangi Putrana diharapkan dia akan Mewarisi tahta Suku Sakya. Hal itu dilakukan karena raja Sudhodana khwatir akan ramalan Petapa Asita dan seorang brahmana bahwa suatu saat pangeran sidharta akan menjadi buddha Jika melihat empat peristiwa yaitu :
  1. Orang Tua,
  2. Orang Sakit,
  3. Orang mati, dan
  4. Pertapa.
Suatu ketika raja Sudhodana mengundang putri-putri para kerabatnya dayang keistana agar pangeran sidharta dapat memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan sebagai istri, namun diantara putri sakya pangeran sidharta memilih putri yasodara.

2.2 Menjelaskan empat peristiwa yang dilihat Pangeran Sidhartta
Raja Sudhodana memberikan semua kenyamanan dan kemegahan pada putranya, namun pangeran sidharta merasa jenuh dengan istana yang dikelilingi oleh tembok tinggi seperti Penjara. Suatu hari pangeran Sidharta Memohon Untuk keluar Istana dan dikabulkan oleh raja Sudhodana . Pangeran Sidharta keluar dari istana ditemani oleh chana dan melihat ;
  1. Melihat Orang tua yang Begitu Kurus.
  2. Melihat Orang Sakit.
  3. Melihat Orang mati, dan
  4. Melihat seorang Pertapa.
Analisis Materi
            Materi Peristiwa masa remaja dan berumah tangga pangeran sidharta merupakan materi yang sesuai dengan anak SMP Kelas 1, dan alangkah baiknya apa bila materi tersebut disampiakan dengan bagus dan menggunakan metode Sosiodrama agar anak didik jauh lebih mudah untuk memahaminya.


Standar Kompetensi
Sila
3. Mengkontruksi sikap umat Buddha untuk menjadi Manusia susila sesuai pancadhama
Kompetensi Dasar
3.1. Mendiskrisikan berbagai formulasi sila.
3.2. menguraikan Pancadhamma.
3.3. Mendiskripsikan panca Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Pembalajaran
3.1. Mendiskrisikan berbagai formulasi sila.
Pancasila artinya “panca” artinya Lima, “Sila” Artinya Moral.
  1. Bertekat Untuk melatih diri menghindari pembunuhan,
  2. Bertekat Untuk melatih diri menghindari pencurian,
  3. Bertekat Untuk melatih diri menghindari perbuatan Asusila,
  4. Bertekat Untuk melatih diri menghindari berbohong,
  5. Bertekat Untuk melatih diri menghindari mengkonsumsi zat yang dapat melemahkan kesadaran.

3.2. menguraikan Pancadhamma.
Selain lima peraturan moral yang harus kita laksanakan, ada lima sifat mulia yang harus kita kembangkan. Lima sifat mulia itu disebut lima dharma atau panca Dharma.
  1. Cinta kasih tanpa pilih kasih dan welas asih kepada makhluk yang menderita. (Metta dan Karuna).
  2. Penghidupan Benar (samma Ajiva).
  3. Pengendalian Nafsu Indra atau (Kamasamvara).
  4. Kejujuran (Sacca).
  5. Kesadaran (sampajanna).


3. Mengendalikan nafsu indera
Pengendalian nafsu indera dalam bahasa Palin disebut Sammasamvara. Dan kepuasan disebut santuti yang berarti bersyukur. hanya seseorang yang bisa merasa puas yang bisa bahagia dalam hidup ini, bagi seorang perumah tangga ia harus bersyukur dan merasa puas terhadap pasangan hidupnya sehingga akan terhindar dari perbuatan asusila. Pengendalian nafsu indera dan kepuasan merupakan pasangan dari sila ketiga yaitu pantang berbuat asusila dan berjinah.

4. Kejujuran
Kejujuran maksudnya sesuai dengan kebenaran, jujur atau benar bukan hanya dalam perkataan dan perbuatan, kejujuran berpasangan dengan sila keempat, yaitu: pantang untuk berbohong

5. Kesadaran
Kesadaran maksudnya memiliki perhatian dan ingatan (sati) serta menyadari dan memahami (sampajana). Sati muncul sebelum berfikir, berbicara, sedangkan sampajana muncul saat berfikir, berbicara dan berbuat secara nyata. Kesadaran mengandung kewaspadaan atau kehati-hatian. Kesadaran berpasangan dengan sila kelima, yaitu: pantang mengkonsumsi zat yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran

Analisa
            Materi panca Dharma dapat membangun karakter peserta didik kelas 1 SMP namun dalam urutan penyajian materi akan lebih sesuai bila dari kongkrit ke Abstrak. Yaitu dari penerapan kedalam kehidupan sehari-hari menuju ke pemahaman nilai-nilai dari panca dharma.


Standar Kompetensi
Sila
4. Mengembangkan sifat-sifat luhur dalam kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar
4.1. Mendiskrisikan sifat cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.
4.2. Mendiskrisikan sifat belas kasih dalam kehidupan sehari-hari
4.3. Mendiskripsikan sifat simpati dalam kehidupan sehari-hari.
4.4. Mendiskripsikan sifat batin seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran
4.1. Mendiskrisikan sifat cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Metta adalah cinta kasih tanpa pilih kasih, tidak memilih-milih siapa yang dicintai. Cinta kasih tanpa pilih kasih tidaklah mengharapkan balasan dari mahkluk yang kita cintai.meta tidak akan menimbulkan kesedihan, kekecewaan dan ketakutan.
Berbeda dengan metta raga adalah cinta perseorangan atau cinta jasmaniah. Raga adalah bentuk cinta yang melekat dan memilih-milih obyek yang dicintai. Raga menimbulkan kesedihan, kekecewaan dan ketakutan.
Contohnya ketika hari metta melaksanakan fansen

4.2. Mendiskrisikan sifat belas kasih dalam kehidupan sehari-hari
Belas kasih adalah suatu perasaan ingin menolong yang kuat sekali yang timbul saat melihat ada mahkluk lain yang menderita. Orang yang penuh dengan welas asih selalu terdorong untuk menolong pihak lain bukan demi kepentingan pribadi namun demi membebaskan atau mengurangi penderitaan mahkluk lain yang menderita. Misalnya ada teman kita yang bersedih mencoba untuk menghibur

4.3. Mendiskripsikan sifat simpati dalam kehidupan sehari-hari.
Simpati atau mudita berarti merasa gembira atas kegembiraan mahkluk lain, misalnya ada teman kita yang mendapat peringkat pertama dalam kelas, kita ikut senang dan mengucapkan selamat
4.4. Mendiskripsikan sifat batin seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
Upekkha atau keseimbangan batin mengandung pengertian melihat dari dekat sehingga bisa menimbang dan bersikap tidak berat sebelah tidak dipengaruhi perasaan sengan dan tidak senang. Misalnya orang biasanya akan bergembira apabila mengalami hal yang baik seperti untung, senang, terkenal, dipuji. Sebaliknya akan bersedih dan tertekan bila mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan seperti rugi, susah, tersisih atau dihina.
Untuk tidak melekat pada  semua kondisi menyenangkan kita hendaknya senantiasa merenungkan bahwa sesuatu tidaklah kekal, semua akan berubah demikian juga dengan kondisi yang menyenagkan semuanya juga akan berubah. Sikap senang seimbang akan membuat kita bijaksana.

Analisis Materi
Sesuai dengan Siswa kelas 1 karena dapat menumbuhkan kepribadian yang sesuai sifat-sifat Luhur  Sang Buddha, dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi lebih baik bila metode yang digunakan tidak hanya metode ceramah saja karena akan menimbulkan persepsi belaka untuk peserta didik. Akan lebih sesuai jika metode yang digunakan yaitu Sosiodrama.


Sumber Ajar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar